Beri saya satu alasan untuk tetap bertahan di sini
(Give Me One Reason, Tracy Chapman and Eric Clapton)
Lantunan suara Tracy Chapman dan Eric Clapton dalam Give Me One Reason di atas begitu menggigit. Saya seolah bisa merasakan bagaimana gemesnya seorang yang sedang kasmaran menunggu kepastian dari kekasihnya. Warna blues mengentalkan semua kegemasan itu.
Lagu Give Me One Reason dari Tracy Chapman dan Eric Clapton di atas dimuat dalam album A Very Special Christmas Live (1999). Sebenarnya lagu itu pertama kali dirilis dalam album ke empat Tracy, New Beginning. Album yang dirilis tahun 1995 ini sukses terjual hingga mencapai tiga juta kopi di Amerika Serikat, dan tercatat sebagai lagu tersukses Tracy yang sempat mencapai posisi ketiga teratas pada Billboard Hot 100. Warna blues kental mengalir dalam Give Me One Reason, meski dalam Grammy Award tahun 1997 lagu ini memenangkan kategori Lagu Rock Terbaik.
Annisa sayang, menikmati nada-nada blues dari Give Me One Reason mengingatkan saya pada cuplikan film sejarah lahirnya blues di Amerika yang dulu sempat saya tonton di TV. Saya lupa tepatnya judul film itu. Tapi pada intinya film documenter itu bercerita, bahwa blues lahir dari jeritan alam bawah sadar para budak di negeri Paman Sam pada masa perbudakkan masih dilegalkan. Ada adegan dalam film documenter itu, di mana salah seorang budak menyanyikan lagu (dengan nada yang kemudian dikenal sebagai blues) sambil memukul-mukul dinding kayu luar rumahnya sebagai alat music pengiring lagunya. Gumamman kalimat dan nadanya begitu menggugah.
Dari film documenter itu, saya menangkap, jiwa dari cikal-bakal blues adalah kegetiran hidup yang dinyanyikan dengan senyum yang menyimpan perih. Semacam katarsis penggumamnya untuk melepaskan kesedihan dan kegetiran hidup dalam tawa (paham) atau lelucon untuk sekedar bisa melupakan.
Wikipedia mencatat blues berasal dari kepercayaan-kepercayaan, teriakan-teriakan, makian di ladang, mantra, dan rima dari balada naratif sederhana di komunitas-komunitas Afrika-Amerika, terutama yang berada di Deep South[1] Amerika Serikat pada akhir abad 19. Tak ada tahun pasti, sejak kapan cikal-bakal blues kemudian berkembang menjadi satu genre music tertentu. Latar belakang social dan ekonomi dari kemunculan blues pun, tidak sepenuhnya diketahui.
Tapi seringkali kemunculan blues ditandai setelah lahirnya Undang-Undang Emansipasi tahun 1863, sekitar tahun 1870 dan 1900-an. Periode yang ditandai dengan munculnya era Emansipasi atau gerakan yang menuntut penghapusan perdagangan budak dan pembebasan bagi para budak. Gerakan yang kemudian diikuti dengan perkembangan munculnya juke joints[2] sebagai tempat, di mana orang-orang kulit hitam pergi untuk mendengarkan music, menari atau berjudi setelah bekerja keras seharian.
Periode ini berhubungan dengan masa transisi dari perbudakan ke penanaman bagi hasil, produksi agrikultur skala kecil, dan ekspansi jalur-jalur kereta api ke wilayah-wilayah Selatan Amerika Serikat. Beberapa ilmuwan mengarakteristikkan awal perkembangan music blues di tahun 1900-an sebagai gerakan dari gaya penampilan music secara berkelompok ke arah gaya individual.
Istilah blues sendiri mengacu kepada kata “Setan-Setan Biru”, yang berarti melankoli dan kesedihan. Dari segi lirik, frase blues kerap kali menggambarkan kondisi emosi tertekan. Penggunaan awal istilah blues dalam makna tersebut pertama kali ditemukan dalam salah satu adegan farce[3] Blue Devils (1798) dari George Colman. Meski penggunaan frase tersebut di dalam music Afrika Amerika kemungkinan lebih tua, blues baru dimunculkan (secara resmi) pada tahun 1912 ketika Dallas Blues dari Hart Wand menjadi komposisi blues pertama yang dipatenkan.
Pada tahun 1950-an, blues memberikan pengaruh yang besar terhadap sebagian besar music popular di Amerika Serikat. Misalnya, pemusik popular seperti Bo Diddley dan Chuck Berry (keduanya merekam untuk Chess Records yang berbasis di Chicago) yang permainannya dipengaruhi oleh blues Chicago. Meski begitu gaya permainan antusastik mereka jauh dari aspek melankoli blues. Blues memang kemudian berkembang dari music vocal tunggal dan tradisi oral para budak yang diimpor dari Afrika Barat dan lingkungan pinggiran kaum hitam di Amerika, menjadi gaya dan sub genre music dengan bermacam variasi—dengan variasi-variasi regional di sepanjang Amerika Serikat, bahkan dunia.
Annisa sayang, kita memang bisa banyak belajar dari sebuah musik. Dari Give Me One Reason milik Tracy, kita tak hanya bisa menikmati kalimat-kalimatnya yang sederhana tapi mengena, serta alunan nada blues-nya yang menggigit. Tapi kita juga jadi bisa membuka-buka sedikit bagaimana sejarah singkat blues. ***
[1] Texas Timur, Florida Utara dan Florida Panhandle/Barat Daya. Ketiga wilayah ini terdiri dari tujuh Negara bagian, yang membentuk cikal bakal Negara Konfederasi Amerika
[2] istilah local untuk tempat informal yang menampilkan music, tarian, perjudian dan minum-minuman, yang dioperasikan oleh orang Afrika Amerika di wilayah Timur Laut Amerika Serikat
[3] Farce adalah drama yang menyerupai dagelan, tetapi tidak sepenuhnya dagelan. Ceritanya berpola komedi. Gelak tawa dimunculkan lewat kata dan perbuatan. Yang ditonjolkan dalam drama ini adalah kelucuan yang mengundang gelak tawa agar penonton merasa senang. (www.artikelbaru.com).





